Waspadai Gejala Kelenjar Getah Bening Di Leher

0

Waspadai Gejala Kelenjar Getah Bening Di Leher, Feminima.com – Kelenjar Getah Bening Di Leher yang membesar, keras dan tepat berada di belakang tulang rahang kemungkinan bisa menjadi peringatan sejak dini terhadap kehadiran limfoma dimana mencakup 2 kriteria yaitu limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin.

Walau dibilang berbahaya, kedua jenis ini bisa langsung disembuhkan jika diketahui sejak pertama kali muncul.

Namun, anda juga perlu tahu bahwa pembesaran kelenjar getah bening di leher bisa pula menandakan gangguan di area tenggorokan, saluran gastrointestinal maupun menjalankan sifat bawaannya sebagai autoimun tubuh (kekebalan tubuh).

Gambar bahaya kelenjar getah bening di leher

Efek Munculnya Kelenjar Getah Bening Di Leher

1. Gejala Umum

Yang dimaksud gejala umum disini adalah adanya penyakit sejenis kanker limfoma jinak maupun ganas dibarengi dengan pembesaran kelenjar getah bening di leher.

Kemudian diikuti pula oleh gejala demam, keluarnya keringat di malam hari, gatal-gatal hingga penurunan berat badan secara drastic tanpa diketahui penyebab pastinya.

Nah, jika anda merasakan berbagai tanda tersebut ada baiknya sesegera mungkin periksakan diri ke dokter.

Biasanya akan langsung mendapat penanganan lebih lanjut mulai dari pemeriksaaan benjolan, cek laboratorium (darah) dan sebagainya.

2. Perubahan pada Kulit

Saat kelenjar getah bening ini muncul, biasanya penderita ikut mengalami perubahan terutama pada kondisi kulit.

Misalnya, terjadi erosi atau eritema akibat kanker kelenjar getah bening dan selanjutnya tubuh bisa saja kehilangan sistem imunitas (kekebalan tubuh).

Pada akhirnya terjadilah kulot yang tak jarang dibarengi dengan nanah serta eksudat.

3. Pembengkakan Serius

Gejala nomor tiga termasuk gejala paling khas diantara lainya karena hampir setiap kanker di area tersebut pasti mengalami pembengkakan.

Adapun ciri-cirinya tidak terasa sakit saat ditekan, mengalami pembesaran secara bertahap, permukaan nampak mulus dan ketika diraba seperti bola pingpong atau ujung hidung.

Salah satu teknik untuk mengetahui diagnosa pastinya bisa melalui pemeriksaan biopsi.




Jadi, bagi anda semua jangan sesekali mengabaikan penemuan benjolan pada Kelenjar Getah Bening Di Leher.

Mengingat ada 2 arti penting, pertama mungkin saja efek antibodi dalam tubuh yang bisa kemps seiring berjalnya waktu, kedua bisa jadi itu tanda bersemayamnya kanker jinak atau ganas. Untuk diketahui saja, melakukan konsultasi ke dokter adalah hal wajib demi mendapatkan pemeriksaan penunjang sekaligus terapi lanjutan.

Limfoma atau kanker kelenjar getah bening merupakan kelompok tumor ganas di jaringan limfoid.

Tak hanya gejala diatas saja melainkan ada beberapa efek buruk bagi tubuh antara lain, nyeri tulang belakang, hepatomegali, infeksi berulang, malaise dan infark limpa.

Dalam berbagai kasus, virus EBV dan virus leukemia sel T (HTLV-1) termasuk salah satu faktor penyebabnya.

Cara Mengobati Kelenjar Getah Bening

Pengobatan pada limfoma atau kanker kelenjar getah bening memang bermacam-macam karena itu semua tergantung pada masing-masing jenisnya. Selengkapnya, simak ulasanya terapi berikut:

1. Kemoterapi

Jika limfoma kambuhan, maka langkah kemoterapi lini kedua nampaknya cocok menjadi pilihan.

Jika masuk dalam golongan limfoma Burkit yang sangat agresif maka sangat diperlukan kemoterapi resigmen kompleks dan intensif.

Artinya kemoterapi tersebut dibarengi dengan pengobatan intratekal system syaraf pusat (SSP) serta dukungan penuh dari hemopoiteik.

2. Radioterapi Lokal

Jika LNH, secara umum perlu dilakukan pendeketan konservatif dan melihat apakah masuk dalam golongan limfoma stadium rendah, sedang atau paling berbahaya.

Pengobatanya meliputi radioterapi lokal atau kemoterapi meski ada yang bilang tindakan ini kurang efektif.

3. Radioterapi Khusus

Jika limfoma Hodgkin maka bisa dilakukan radioterapi khususnya saat stadium awal lalu berlanjut ke kemoterapi sitotoksik.

Kesimpulan

Begitulah kira-kira pembahasan mendalam terkait Kelenjar Getah Bening Di Leher.

Semoga bisa menjadi perhatian dan dapat lebih waspada terhadap penyakit kanker atau tumor limfoma. Terima kasih.

Bagikan Yuk ke Orang Terdekat
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here