Jenis Benjolan Di Belakang Telinga Bayi dan Anak, Bunda Harus Tahu!

0

Benjolan Di Belakang Telinga Bayi, Feminima.com – Memiliki anak yang masih mungil, imut dan lucu-lucunya merupakan hal paling menyenangkan.

Pasti anda pun berharap dia bisa tumbuh sehat seperti anak – anak seumuranya.

Tapi, tak dapat dipungkiri jika penyakit datang kapan saja bahkan mampu menyerang siapapun termasuk anak kecil.

Bicara soal penyakit, sepertinya menarik untuk membahas soal benjolan di belakang di telinga.

Mungkin para orang tua pernah mengetahui kondisi seperti ini, benjolan kecil seperti kacang hijau kemudian membiarkanya begitu saja.

Eits, jangan buru-buru mengabaikanya lho, karena perlu anda ketahui bahwa hal tersebut dapat menjadi berbahaya jika tak tahu gejala, penyebab serta pencegahanya.

Benjolan Di Belakang Telinga Pada Anak

Penyebab Benjolan Di belakang telinga bayi

Umumnya, benjolan yang ada di belakang telinga terjadi akibat pembesaran kelenjar getah bening.

Kelenjar ini memiliki fungsi utama memproduksi sel darah putih (imunitas) untuk melawan mikroorganisme atau infeksi berbahaya bagi tubuh.

Dan apabila aktivitasnya berlebihan, tidak hanya berefek pada pembengkakan saja melainkan dapat menganggu kesehatan tubuh si bayi bahkan dalam kurung waktu lama menyebabkan kanker getah bening. Wah, berbahaya banget kalo tidak segera ditangani kan?

Sebenarnya, dalam keadaaan normal, kelenjar getah bening tidak akan teraba meskipun berada di belakang telinga.

Namun bila terjadi benjolan dan ukuranya lebih dari 1 cm, maka dicurigai akan berdampak pada permasalahan serius.

Meski dasarnya, setiap anak atau bayi memiliki kelenjar getah bening sebagai sistem pertahanan tubuh supaya tidak mudah sakit.

Seperti misalnya, pada anak dengan infeksi tonsil, pasti terdapat kuman yang bernama streptokokus.




Dari sini, mulailah tejadi demam, pilek hingga pembesaran kelenjar di bagian bawah rahang.

Seiring berjalanya waktu, manifestasi klinis pun merambah sampai muncul benjolan di belakang telinga.

Jadi, kemungkinan besar penyakit tersebut belum tertangani maksimal dan bila dibiarkan tentu saja akan berdampak buruk bagi si kecil. Ingin tahu lebih banyak?

Berikut beberapa penyakit yang timbul apabila terjadi benjolan di belakang telinga karena pembesaran kelenjar getah bening

Penyakit Akibat Benjolan Di Belakang Telinga Pada Bayi

Ada beberapa penyakit yang dapat timbul sebagai kelanjutan benjolan yang terdapat pada telinga bayi.

Walaupun tak semua, segera ke dokter ahli merupakan tindakan bijak jika benjolan itu terjadi.

Beberapa penyakit yang mungkin timbul adalah:

1. Infeksi Akut

Adanya pembesaran kelenjar getah bening, bisa saja menyebabkan infeksi akut di daerah sekitar leher atau kepala.

Bukan hanya benjolan saja sebagai manifestasinya, tetapi juga demam hingga kemerahan pada bagian tubuh tertentu.

Itu semua, sebagai tanda adanya infeksi oleh bakteri dan terkadang mampu sembuh dengan sendirinya.

Cara deteksi benjolan di belakang telinga pada bayi

2. Infeksi Kronik

Penyebab kedua karena kehadiran mycobacterium tuberculosa.

Sering kan, menemukan bayi atau anak-anak mengidap gangguan paru atau dalam medisnya disebut TBC.

Ternyata, gejalanya dapat dilihat dari pembengkakan kelenjar getah bening diikuti benjolan di belakang telinga.

Di sisi lain, ada pula yang mengalami infeksi ini tetapi paru-parunya masih sehat.

Jadi, untuk penanganan secara tepat, diperlukan konsultasi ke dokter agar mengetahui dimana terjadinya infeksi tersebut.

3. Kanker Primer

Kanker primer bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan jika terdeteksi sejak dini, ada kemungkinan untuk sembuh secara total.

Sedangkan bila tidak memperoleh pertolongan segera, tetap bisa sembuh namun ada resiko mengarah ke stadium lanjut bahkan pembengkakan akan terjadi di tempat lain seperti lipatan paha, ketiak hingga seluruh tubuh.

Kesimpulan

Dengan demikian, melakukan pemeriksaaan rutin ke dokter atau klinik terdekat apabila terdapat benjolan di belakang telinga bayi atau anak sangat diperlukan.

Ini merupakan upaya mencegah suatu penyakit agar segera tertangani sekaligus menghindari resiko muncul kembali.

Terlebih, jika melibatkan si mungil yang rawan terkena berbagai macam penyakit mengingat antibodi (imunitas) belum terbentuk secara sempurna.

Bagikan Yuk ke Orang Terdekat
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here